Jakarta, [23/04] – Direktorat Jenderal Imigrasi melepas tugas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam, yang akan melanjutkan tugas sebagai Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum Republik Indonesia pada Rabu (23/04) di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi. Sebagai penggantinya, Yuldi Yusman, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi, ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Plt. Dirjen Imigrasi.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan di Ditjen Imigrasi atas dukungan dan kerja sama Bapak dan Ibu selama ini. Pencapaian yang kita raih adalah hasil kolaborasi kita semua. Saya mohon doa restu untuk melanjutkan Kembali tugas saya di BPSDM Hukum. Semoga Imigrasi terus berjaya,” tutur Saffar Muhammad Godam.

Godam menjabat selama 6 bulan sejak ditunjuk Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada Selasa (22/10/2024) lalu. Masa kepemimpinan Saffar Muhammad Godam ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan. Di antaranya adalah kontribusi terhadap rekor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah, dengan total Rp9 triliun, melampaui target PNBP sebesar Rp6 triliun (150%). Kontribusi PNBP terbesar berasal dari layanan visa sebesar Rp5,03 triliun, diikuti oleh layanan paspor sebesar Rp2,49 triliun, dan layanan keimigrasian lainnya sebesar Rp1,4 triliun.

Selain dalam peningkatan PNBP, Godam melanjutkan perluasan layanan Immigration Lounge, yang bertujuan untuk memudahkan penerbitan Paspor dan pemberian Izin Tinggal bagi masyarakat di lokasi strategis. Dalam periode Oktober 2024 hingga April 2025, telah diresmikan
3 (tiga) Immigration Lounge yang berlokasi di Grand Metropolitan Mall Bekasi, Ciputra World Mall Surabaya, dan Mall Pesona Square Depok.

Perluasan penggunaan autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) juga menjadi fokus utama dengan meneruskan capaian pendahulunya. Hingga saat ini, autogate telah diterapkan di beberapa bandara dan pelabuhan utama, yaitu:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (98 autogate)
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (90 autogate)
  • Bandara Juanda, Surabaya (28 autogate)
  • Bandara Kualanamu, Medan (30 autogate)
  • Pelabuhan Batam Centre, Batam (5 autogate)

Pengakuan internasional atas kualitas layanan Imigrasi juga diraih dengan terpilihnya Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta sebagai Peringkat Ke-10 Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia Tahun 2025 versi Skytrax. Penilaian ini mencakup berbagai aspek, termasuk waktu tunggu, sistem antrean, dan efisiensi e-gate.

Selain itu, telah diresmikan pula Pelabuhan Internasional Gold Coast Bengkong di Batam, Kepulauan Riau, yang diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Saffar Muhammad Godam atas pengabdian beliau di Ditjen Imigrasi. Kepemimpinan Bapak Godam telah membawa perubahan positif dan prestasi yang membanggakan. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Selamat bertugas, semoga sukses dan senantiasa dalam lindungan Tuhan,” ujar Menteri Imipas, Agus Andrianto.

Sementara itu, Yuldi Yusman, Plt Dirjen Imigrasi yang baru, memiliki sejumlah catatan prestasi selama menjabat sebagai Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian. Di antaranya adalah deportasi TJC, warga negara Amerika Serikat yang merupakan buronan U.S. Marshals
atas kasus eksploitasi seksual anak; pengamanan 17 warga negara Vietnam yang diduga menyalahgunakan izin tinggal keimigrasian di sebuah klinik bedah kecantikan di Jakarta Utara; pelaksanaan operasi wira waspada penanaman modal asing (OPS PMA) bersama BKPM di Bali dan Batam, yang menindak pelanggaran izin tinggal oleh sejumlah orang asing; serta pengamanan FN dan GC, dua warga negara Tiongkok yang dicari Pemerintah Tiongkok terkait kasus kejahatan ekonomi.

“Dengan resminya Bapak Yuldi Yusman sebagai Plt. Dirjen Imigrasi, saya berharap Ditjen Imigrasi dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kedaulatan negara,” tutup Agus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23 April 2025
Humas Direktorat Jenderal Imigrasi

JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta mendapatkan penghargaan Peringkat Ke-10 Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia Tahun 2025 versi Skytrax, sebuah lembaga independen pemeringkat penerbangan yang berkedudukan di London, Inggris. Informasi tersebut dirilis di situs resmi Skytrax World Airport Awards (https://www.worldairportawards.com/worlds-best-airport-immigration-2025/). Dalam situs tersebut dijelaskan, penilaian untuk Layanan Imigrasi Bandara Terbaik Dunia ini mencakup berbagai aspek seperti kedatangan dan keberangkatan, layanan Imigrasi dan kontrol perbatasan, termasuk waktu tunggu, sistem antrean, jalur prioritas, sistem dan efisiensi e-gate (pintu otomatis) hingga efisiensi dan kesopanan staf Imigrasi.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal ini merupakan bentuk pengakuan terhadap transformasi dan inovasi pelayanan keimigrasian Indonesia, khususnya di bandara internasional.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada prestasi yang berhasil dicapai oleh Imigrasi Soekarno-Hatta (Soetta), dengan masuk 10 besar Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras yang dicurahkan petugas pemeriksaan keimigrasian Bandara Soetta. Banyak tantangan yang telah dilalui oleh jajaran di TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Soetta dalam bertugas. Petugas di TPI pun tetap bekerja di libur-libur panjang demi kelancaran lalu lintas penumpang. Tugas mereka tidak mudah, dan butuh dedikasi yang besar. Alhamdulillah, semua itu membuahkan hasil, membawa kebanggaan bagi Indonesia,” ujar Menteri Agus, Jumat (11/04/2025).

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam menjelaskan, Ditjen Imigrasi mengimplementasikan program digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di bandara-bandara dan pelabuhan internasional. Salah satunya pemanfaatan autogate berteknologi mutakhir sehingga penumpang dapat merasakan pengalaman yang mulus (seamless) saat menggunakan, dengan proses pemeriksaan hanya 10-15 detik per perlintasan.

Autogate di bandara internasional Indonesia juga sudah melayani WNA (warga negara asing) dan bahkan dapat dilalui anak yang berusia enam tahun ke atas. Hal ini dimungkinkan dengan elektronik visa (eVisa) Indonesia, dan teknologi face recognition (pengenal wajah) yang semakin canggih,” tutur Godam.

Sistem autogate juga terintegrasi dengan border control management (BCM) dan data Interpol. Hingga saat ini, autogate telah dioperasikan di beberapa titik perlintasan utama Indonesia, meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda serta Pelabuhan Batam Center, dengan total 264 unit. Jumlah tersebut akan terus bertambah guna mengoptimalkan proses pemeriksaan imigrasi di bandara dan pelabuhan utama.

Agus juga menyebutkan, selain memanfaatkan teknologi terkini, jajaran Imigrasi di bandara dan pelabuhan juga mengupayakan rekayasa alur penumpang di waktu-waktu krusial, seperti liburan sekolah, Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, lalu lintas penumpang tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan.

Sepanjang tahun 2024, Imigrasi Soekarno-Hatta melayani total 17.166.177 perlintasan, yang terdiri dari 8.615.937 keberangkatan dan 8.550.240 kedatangan. Sementara itu, dalam periode 1 Januari-10 April 2025, jumlah perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta yaitu 4.987.378 perlintasan, terdiri dari 2.473.802 keberangkatan dan 2.513.576 kedatangan.

“Kami berharap pencapaian ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Imigrasi di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, kami akan terus berinovasi, memperkuat integrasi sistem, serta menjaga profesionalisme petugas demi memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan wisatawan internasional,” tutup Menteri Agus.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengambil langkah tegas memberantas penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) di sektor pariwisata dan pertambangan melalui Operasi Gabungan Wira Waspada di wilayah Bali dan Maluku Utara. Wira Waspada merupakan semangat baru yang diangkat Ditjen Imigrasi dalam menegakkan hukum keimigrasian. Istilah tersebut berasal dari kata Wira (वीर) dan Waspada (वद) dalam bahasa Sansekerta. Adapun maknanya yaitu “berani, kuat, atau berjiwa nasionalis dan selalu siap bela negara namun juga tetap siaga, berhati-hati dan waspada serta mengutamakan keselamatan dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas”.

Terkait operasi Wira waspada, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan “Imigrasi berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan kontribusi positif. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan dan mengancam ketertiban,” pungkas Menteri Agus. Operasi Wira Waspada tahap pertama telah dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 17 Januari 2025 sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 17 s.d. 21 Februari 2025, dengan metode pengawasan langsung ke lapangan yang melibatkan seluruh jajaran Kantor Imigrasi di wilayah Bali dan Maluku Utara serta stakeholders terkait.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam menyampaikan, WNA telah dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi. Mayoritas mereka berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Pakistan, India dan Australia dengan bidang usaha perdagangan dan konsultan. Sampai saat ini, pemeriksaan terhadap WNA yang disponsori oleh perusahaan bermasalah masih dilakukan.

“Alasan pencabutan NIB dari 267 perusahaan adalah karena mereka tidak dapat memenuhi komitmen nilai investasi sebesar Rp10 miliar ke atas, sehingga potensi uang yang masuk di Indonesia melalui investasi tersebut tidak sesuai dengan faktanya,” jelas Godam. Saat ini, Operasi Wira Waspada pada sektor pertambangan yang mempekerjakan WNA di Wilayah Maluku Utara juga tengah berlangsung. Dalam operasi tersebut, Imigrasi memeriksa sejumlah 4.656 orang Warga Negara RRT dari 74 perusahaan. Hasilnya, terdapat 41 WNA dari lima perusahaan yang disinyalir melakukan pelanggaran keimigrasian.
“Untuk memastikan setiap WNA mematuhi aturan keimigrasian yang berlaku, Operasi Wira Waspada akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia terutama yang memiliki aktivitas WNA yang tinggi,” imbuh Godam.

Di Wilayah Bali, Imigrasi bersama dengan Kepolisian dan BKPM mengamankan titik-titik keramaian dengan volume WNA yang tinggi. Tim gabungan menjaring para WNA dengan penjamin perusahaan yang menjadi target operasi karena telah dicabut Nomor Induk Berusaha (NIB)-nya oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 1 November 2024.

Pada Operasi Wira Waspada bulan Januari 2025, Ditjen Imigrasi memeriksa 267 perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) yang telah dicabut NIB-nya. Dari jumlah tersebut, diketahui sebanyak 74 PMA di Bali masih aktif sebagai penjamin 126 orang WNA. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman terhadap para WNA, Ditjen Imigrasi telah melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan kepada 15 WNA, sedangkan kepada 111 orang lainnya akan dilakukan tindakan yang serupa.
Sementara itu, pada tahap kedua, tim berhasil mengamankan 186 orang WNA yang disponsori oleh 86 PMA bermasalah. Saat ini para WNA tersebut masih menjalani tahap pemeriksaan lanjutan. Selain itu, pengawasan keimigrasian dalam periode yang sama juga dilakukan terhadap 208 orang WNA yang disponsori oleh 43 perusahaan yang diduga fiktif. Saat ini, 48 orang di antaranya telah dideportasi.

 

Palangka Raya – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya menggelar syukuran Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-75 pada Jumat, 31 Januari 2025. Acara ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah beserta jajaran. Kegiatan dilaksanakan di aula Kantor Imigrasi Palangka Raya mulai pukul 14.00 WIB. Syukuran ini menjadi puncak perayaan setelah rangkaian kegiatan yang telah digelar sebelumnya.

Sebagai bagian dari peringatan, Kantor Imigrasi Palangka Raya menyelenggarakan layanan paspor simpatik pada 4, 18, dan 25 Januari 2025. Layanan ini mempermudah masyarakat dalam pembuatan paspor di luar jam kerja dengan sistem antrian walk-in. Selain itu, ada kegiatan sosial seperti donor darah pada 15 Januari serta kunjungan ke panti asuhan dan pembagian makanan bergizi secara gratis ke sekolah pada 16 Januari turut dilaksanakan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya.

Dalam rangka menghormati jasa pahlawan, Kantor Imigrasi juga menggelar upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang pada 23 Januari. Untuk mempererat hubungan antarinstansi, diadakan perlombaan mancing pada 21 Januari dan permainan gaplek pada 23 Januari. Perayaan puncak berlangsung sederhana sebagai bentuk efisiensi anggaran sesuai kebijakan pemerintah.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik. Sesuai dengan tema HBI ke-75 ini yaitu Melayani, Mengabdi, dan Berinovasi diharapkan seluruh jajaran agar dapat berkontribusi terhadap kemajuan institusi membangun inovasi untuk pelayanan publik berbasis digital. Ia mengajak seluruh jajaran Imigrasi untuk bekerja lebih profesional, inovatif, dan berintegritas. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serentak sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Pada akhir acara puncak diselipkan pembagian plakat dan piagam kepada para peserta yang memenangkan lomba mancing dan gaplek yang diserahkan langsung oleh Kakanwil Ditjen Kalteng dan Kakanim Imigrasi Palangka Raya.

Setelah selesai kegiatan acara puncak HBI ke-75 dilanjutkan dengan kegiatan syukuran yang menjadi momen atas peresmian penggunaan gedung baru eks-Kanwil Kemenkumham Kalteng setelah selesai renovasi di tahun 2024. Acara dimulai dengan pembacaan yasin secara bersama dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Imigrasi Palangka Raya, Mulyadi. Beliau menyampaikan, adanya fasilitas baru yang kita dapatkan dibarengi juga dengan semangat baru untuk melayani masyarakat lebih maksimal.

 

Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke-75, Imigrasi Palangka Raya menggelar layanan Paspor Simpatik sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat. Layanan ini merupakan pekan terakhir dari rangkaian kegiatan HBI yang memberikan kemudahan bagi pemohon paspor. Paspor Simpatik merupakan layanan walk-in yang dibuka di luar jam kerja atau pada hari libur dengan kuota khusus untuk paspor elektronik. Kehadiran layanan ini disambut antusias oleh masyarakat yang ingin mengurus dokumen perjalanan mereka tanpa mengganggu aktivitas di hari kerja. Pelayanan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih fleksibel dan nyaman bagi para pemohon.

Pelaksanaan layanan ini langsung dimonitoring oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan, Bapak Albert, yang turun langsung menanyakan kepuasan pemohon. Beliau berinteraksi dengan masyarakat untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan. Respons dari pemohon pun beragam, namun mayoritas mengapresiasi kemudahan yang diberikan oleh layanan ini. Selain itu, petugas imigrasi juga tetap mengutamakan profesionalisme dengan memberikan pelayanan yang ramah dan efisien. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Imigrasi Palangka Raya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik.

Salah satu pemohon yang mendapat kesempatan untuk memberikan testimoni menyampaikan rasa terima kasih atas kemudahan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa pelayanan yang diterimanya sangat ramah dan cepat, sehingga proses pengurusan paspor menjadi lebih mudah. Menurutnya, adanya layanan Paspor Simpatik ini sangat membantu bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu di hari kerja. Dengan adanya program ini, ia berharap layanan serupa bisa terus diadakan di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Imigrasi Palangka Raya terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Palangka Raya– Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-75, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya melaksanakan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang pada Kamis (23/01). Upacara berlangsung khidmat mulai pukul 06.30 WIB dengan dihadiri oleh para pejabat struktural, pegawai jabatan fungsional tertentu, dan pegawai jabatan fungsional umum dari Imigrasi Palangka Raya, Kanwil Ditjen Imigrasi Kalteng, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, Kanwil Hukum Kalteng, serta UPT se-Kota Palangka Raya.

Upacara diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan oleh seluruh peserta, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya, Mulyadi selaku Inspektur Upacara. Dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara. Setelah itu, peletakan karangan bunga dilakukan sebagai simbol penghormatan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. Karangan bunga diletakkan oleh Inspektur Upacara, didampingi oleh pembawa karangan bunga.

Acara diakhiri dengan prosesi tabur bunga yang berlangsung di makam para pahlawan. Semua peserta dengan penuh penghormatan menaburkan bunga di setiap makam, sembari mendoakan para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengabdian dan perjuangan dalam membangun negeri. Upacara tabur bunga mencerminkan semangat imigrasi sebagai penggerak pembangunan dan pelayan masyarakat. Kepala Kantor Imigrasi, Mulyadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Semoga semangat juang para pahlawan terus menginspirasi kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar beliau dalam sambutannya. Dengan penuh rasa hormat, Kantor Imigrasi Palangka Raya menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan dalam tugas sehari-hari.

Palangka Raya-Imigrasi Kelas I Non TPI Palangka Raya kembali menggelar Layanan Paspor Simpatik pada Sabtu, 18 Januari 2025, sebagai rangkaian Hari Bhakti Imigrasi ke-75. Paspor Simpatik ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan, tetapi juga pertama kalinya dilaksanakan secara perdana di gedung baru eks Kanwil. Menjadi informasi bahwa pelayanan Keimigrasian di gedung baru eks Kanwil telah dilaksanakan kurang lebih selama satu minggu ini. Tata letak pelayanan yang lebih luas dan nyaman diharapkan dapat memberikan peningkatan pelayanan keimigrasian secara merata. Seperti yang kita ketahui, Paspor Simpatik merupakan layanan walk-in atau tanpa menggunakan antrian online di akhir pekan untuk mempermudah masyarakat yang ingin membuat paspor di luar jam kerja.

Kepala Kantor Imigrasi Palangka Raya, Bapak Mulyadi, turun langsung memantau jalannya kegiatan. Ia menyempatkan diri untuk berbincang dengan para pemohon, mendengar pengalaman mereka, dan memastikan kelancaran pelayanan. Salah satu pemohon mengungkapkan kesan positifnya terhadap gedung baru yang sejuk, nyaman, serta pelayanan petugas yang ramah dan cepat. “Saya sangat terbantu dengan adanya Layanan Paspor Simpatik ini. Saya tidak perlu mengajukan cuti dari pekerjaan karena bisa datang di akhir pekan. Prosesnya juga cepat dan petugas sangat membantu,” ujar salah satu pemohon. Hadirnya layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang sibuk di hari kerja dan membutuhkan fleksibilitas waktu.

Pelayanan Paspor Simpatik ini direncanakan berlangsung selama tiga pekan setiap akhir pekan di bulan Januari 2025. Program ini merupakan wujud nyata transformasi pelayanan publik yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan antusiasme yang semakin meningkat, Imigrasi Palangka Raya optimis layanan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Dalam pelayanan kali ini, tercatat sebanyak 31 pemohon berhasil dilayani. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendekatkan layanan imigrasi kepada masyarakat, sehingga mereka dapat merasakan langsung komitmen Imigrasi Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.